A. BOTANI GARUT
a. Taksonomi Garut
Divisi : SpermatophytaSub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledone
Ordo : Zingeberales
Famili : Marantaceae
Genus : Maranta
Spesies : Maranta arundinaceae L.
b. Morfologi Garut
Tinggi :1,0-1,5 m, deengan perakaran dangkal dan rizhoma menjurus ke arah dalam tanah.Panjang rizhoma : 20-45 cm, Diameter : 2-5 cm
B. KULTIVAR GARUT
1) Creole
Rizhoma kurus panjang, menjalar luas dan menembus ke dalam tanah. Bila tumbuh pada daerah yang kurang subur, akan cenderung menjadi umbi yang kurus dan tidak berguna (keadaan akar cerutu atau cigar root). Setelah dipanen, daya tahan selama tujuh hari sebelum pengolahan.
2) Banana
Rizhoma lebih pendek dan gemuk, tumbuh dengan tandan terbuka pada permukaan tanah. Umbi dekat dengan permukaan tanah sehingga lebih mudah dipanen. Hasil panen lebih tinggi, kandungan serat lebih sedikit sehingga mudah diolah, dan potensi menjadi akar cerutu sangat kecil sekali. Patinya lebih mudah diekstrasi dan mempunyai viskositas maksimum yang lebih tinggi. Kelemahannya adalah daya tahan yang hanya 2 hari setelah panen.
C. KOMPOSISI KIMIA
Umbi garut secara garis besar merupakan sumber karbohidrat. Selain itu, juga mempunyai susunan kimia seperti dalam tabel di bawah ini :
Tabel 1. Komposisi Kimia Kultivar Creole dan Banana
Komposisi Kimia Creole (dalam %) Banana (dalam %)
Air 69,1 72,0
Abu 1,4 1,3
Lemak 0,1 0,1
Serat 1,3 0,6
Protein kasar 1,0 2,2
Pati 21,7 19,4
D. MENANAM GARUT
a. Tempat Hidup
Hidup di daerah tropis dengan iklim lembab tapi panas.
^ curah hujan : 150-200 cm/bulan. Walaupun demikian, hasil optimum terdapat pada daerah dengan musim hujan yang lebih panjang daripada musim kemarau.
^tanah : drainase baik, tingkat keasaman rendah, con : tanah lempung subur yang mengandung mineral vulkanik.
^ketinggian : tumbuh normal pada 900 m dpl, lebih baik dekat laut dengan ketingian 60-90 m dpl.
b. Pemilihan Bibit
Garut ditanam secara vegetatif, yaitu dengan ujung-ujung rizhoma atau tunas umbi (bits) yang panjangnya 4-7 cm dan mempunyai mata tunas 2-4 mata tunas. Bibit yang digunakan harus sehat, berkualitas dan tidak kurus (menderita akar cerutu).
Satu hektar lahan bisa ditanami garut secara monokultur sebanyak 3.000-3.500 bibit. Sementara itu, garut juga bisa tumbuh dari potongan umbi sehingga umbi yang tertinggal pada saat dipanen dapat dijadikan sebagai bibit.
c. Penanaman
• Pengolahan Tanah
Tanah dibuat bedebgan-bedengan dengan lebar 120 cm dengan panjang tergantung luas lahan. Tinggi bedengan sekitar 25-30 cm dan jarak antar bedengan 30-35 cm.
Pemberian pupuk kompos / pupuk kandang sangat penting guna menggemburkan tanah. Satu hektar lahan biasanya memerlukan 25-30 ton pupuk.
• Jarak Tanam dan Penanaman
Garut lebih baik ditanam pada awal musim hujan (bulan Oktober). Bibit garut ditanam pada kedalaman 8-15 cm. adapun jarak tanamnya adalah 37,5 x 75 cm.
d. Pemeliharaan
1) Penyiangan
Tanaman diusahakan bersih dari rerumputan, terutama selama 3-4 bulan pertama. Penyiangan dapat dilakukan sebulan sekali dan dihentikan setelah bunga mulai nampak.
2) Pembumbunan
Pembumbunan dapat dilakukan dengan cangkul, yaitu membenamkan rerumpitan atau gulma ke dalam tanah sehingga bisa berperan sebagai pupuk. Pembumbunan dilakukan untuk tetap menjaga kegemburan tanah.
3) Pemupukan
Pupuk yang dianjurkan adalah 350-650 kg urea, 300 kg TSP dan 300 kg KCl untuk tiap hektarnya. Pada tanah lempung berpasir, biasanya digunakan campuran pupuk NPK dengan perbandingan 8 : 5 : 14 sebanyak 900 kg/ha.
Pemupukan dapat dilakukan sekaligus pada saat tanaman berumur 3,5 bulan atau secara bertahap. Jika bertahap, pemupukan pertama dilakukan bersamaan dengan penanaman bibit. Pemupukan berikutnya menjelang tanaman berbunga atau berumur 3,5 bulan. Pada saat itu, tanaman mulai membentuk umbi hingga memelukan banyak zat makanan. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara membuat alur di sepanjang barisan tanaman atau lubang-lubang dekat dengan pangkal tanam. Setelah diberi pupuk, lubang atau alur perlu ditutup dengan tanah agar terhindar dari penguapan.
E. HAMA DAN PENYAKIT
• Ulat penggulung daun (Calopodes ethilus, Cram)
Menyebabkan pertumbuhan umbi terhambat karena sejumlah daun akan digulung sehingga dapat menghambat proses asimilasi. Hama ini dapat diatasi dengan mudah menggunakan larutan yang mengandung arsenik.
• Penyebab penyakit akar (Rosselina bunodes)
Sering menyerang tanaman garut, terutama pada daerah lembab yang curah hujannya tinggi dan drainasenya jelek.
• Pellicularia filamentosa
Sering menginfeksi tanaman garut di India, tetapi umumnya dapat diatasi secara efektif dengan disemprot larutan bordeaux.
F. PEMANENAN
Umbi sudah cukup dewasa pada umur 10-12 bulan sesudah tanam. Kandungan pati maksimum pada saat tanaman berumur 12 bulan, tapi umbi telah banyak berserat sehingga sulit untuk diekstrak. Pemanenan umbi siap dilakukan setelah daun-daun mulai layu dan mati.
Pada saat pemanenan, rerumputan dan sampah-sampah tanaman dikubur di lahan agar berubah menjadi bahan organik yang sangat membantu dalam menyuburkan tanah. Bibit-bibit untuk penanaman beikutnya pun perlu disiapkan.
G. KEGUNAAN GARUT
1) Untuk Obat-obatan
Sejak zaman dahulu, tanaman garut yang sudah ditumbuk halus sering digunakan oleh orang Indian untuk tapal luka, terutama dari serangan anak panah yang beracun. Sedang di Dominica digunakan untuk penyembuh borok. Selain itu, garut juga dapat digunakan sebagai :
• Pendingin perut dan untuk Disentri; umbi garut diparut setelah dibersihkan. Parutan garut kemudian dicampur dengan air matang, lalu disaring. Nah, air hasil penyaringan inilah yang dipergunakan sebagai obat. Selain itu, penderita juga dapat mengkonsumsi tepung garut.
• Obat Eksim; pertama-tama, luka eksim dicuci dengan daun legundi (Vitex trifolia Linn). Setelah itu, tepung garut dibedakkan pada luka.
• Katalis untuk Memperbanyak ASI; jenang atau bubur garut merupakan resep nenek moyang untuk memperbanyak ASI bagi ibu menyusui.
2) Tepung Garut
Tepung garut merupakan salah satu tepung termahal di pasaran dunia. Selain karena produksinya tidak sesuai permintaaan, tepung ini juga memiliki kegunanaan yang cukup luas. Sebagai contoh, tepung garut digunakan sebagai bahan baku untuk bubur, puding, biskuit, kue basah atau kering, campuran bolu dan lain sebagainya. Selain itu, tenyata tepung garut juga dapat digunakan untuk bedak, dekstrin, dan lem. Sedang di pabrik-pabrik tablet, tepung garut biasanya digunakan untuk mempersiapkan tablet yang mengandung barium supaya cepat hancur. Tepung ini juga dapat digunakan untuk pengisi (filler) tekstil dan kertas.
Cara pembuatan tepung garut pada dasarnya adalah menggunakan patinya. Kandungan pati umbi garut sendiri berkisar antara 8-16 % tergantung dari umur dan kesuburan tanaman. Pati didapat dari hasil endapan filtrasi campuran antara parutan garut dengan air. Setelah itu, pati dikeringkan dan dihaluskan kembali.
3) Masakan Garut
Garut dapat dijadikan sebagai bahan baku beraneka makanan seperti jenang, kue dadar, keripik, jentik manis, atau yang lainnya. Di bawah ini, akan diuraikan beberapa resep olahan dari garut.
a) Jenang Garut
- 1 kg tepung garut dicampur dengan air bersih, lalu dipanaskan, kemudian ditambahkan air santan 4 gelas, 1 sendok teh garam, 4 lembar daun pandan, dan ½ kg gula merah yang telah diiris halus.
- Semua campuran diaduk rata, lalu diangkat setelah kurang lebih 30 menit.
- Adonan dituangkan dalam loyang dan dibiarkan dingin.
- Adonan diiris-iris persegi panjang lalu digulingkan dalam parutan kelapa sebelum disajikan.
b) Kue Dadar
- Untuk kulitnya : 3 macam tepung (2 cangkir tepung beras dalm keadaan munjung, ¾ cangkir tepung garut, dan ¾ cangkir tepung ketan) dicampur menjadi satu, diadoni dengan santan cair yang hangat-hangat kuku lalu diuleni. Telur dikocok dan dicampurkan ke dalam adonan lalu dicairkan dengan santan hingga seperti adonan resolles. Jangan lupa masukkan garam, dan bila menginginkan variasi bisa ditambahkan pewarna makanan. Adonan tersebut kemudian didadar di atas wajan panekoek yang telah dipoles minyak. Jika pinggir-pinggirnya sudah kering, diangkat, lalu diberi isi, kemudian dilipat lagi seperti melipat resolles. Dimakan dengan santan kental yang sudah direbus dengan garam dan daun pandan.
- Untuk isi atau untinya : kelapa diparut, taruh di wajan, diberi gula hingga manis plus air secukupnya, diaduk-aduk hingga kental, kemudian dibubuhi tepung kentqn kurang lebih 1 sendok makan dan diaduk lagi hingga tepungnya matang, lalu diangkat. Jika sudah dingin, dipulung sepanjang jari, lalu diisikan ke dalam kulit dadar.
c) Jentik Manis
- 1 cankir tepung garut, 5 cangkir santan, garam secukupnya, dan 225 gr gula dicampu menjadi satu sambil dimasak dan diaduk-aduk hingga menjadi bubur.
- Sekoteng yang sudah direbus dimasukkan, diaduk-aduk sebentar, lalu diangkat.
- Ambil sepotong daun pisang, taruh kira-kira sesendok dari bubur tersebut, lalu digulung sambil kiri kanannya ditekuk.
d) Keripik Garut
- 1 kg umbi garut dicuci bersih, lalu diiris-iris setebal 0,5 cm.
- Irisan tersebut ditaburi garam, lalu diaduk hingga rata dan didiamkan sekitar setengah jam agar lunak dan hilang getahya.
- Setelah itu, irisan umbi dicuci dan ditiriskan, lalu dikukus hingga masak.
- Setelah masak, irisan dijemur atau dikeringkan, kemudian digoreng dalam minyak panas.
- Didihkan ¼ lt air dan ¼ kg gula merah sampai kental, lalu masukkan 1 sendok teh essense dan aduk hinnga rata. Kecilkan api, lalu keripik yang sudah digoreng dimasukkan ke dalam adonan gula. Aduk hingga rata.
- Setelah rata, keripik diangkat dan didinginkan, lalu siap disajikan atau dipack.
4) Makanan Ternak
Selain untuk pangan manusia, ternyata garut juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, yaitu ampasnya dari sisa hasil pemrosesan. Hal ini dikarenakan pada ampas umbi garut masih terdapat zat-zat makanan yang baik untuk ternak seperti lemak, protein, abu, dan pati sebagai karbohidrat.
(disadur dari buku “bertanam ubi-ubian karya pinus lingga dkk)
0 komentar:
Posting Komentar